Fakta Menarik Tentang Warren Buffett: Sang Miliarder Bijak dari Omaha

Fakta menarik tentang warren buffet, Warren Buffet merupakan salah satu tokoh paling legendaris dalam dunia investasi. Lahir pada 30 Agustus 1930 di Omaha, Nebraska, Buffet sudah menunjukkan ketertarikan terhadap dunia bisnis sejak kecil. Pada usia 11 tahun, ia telah membeli saham pertamanya dan belajar langsung dari pengalaman naik turunnya pasar. Keuletannya dalam menganalisis perusahaan membuatnya dikenal sebagai “Oracle of Omaha”, gelar yang melekat erat dengan keberhasilannya dalam dunia keuangan.

Buffet dikenal karena gaya hidupnya yang sederhana, jauh dari kesan mewah meskipun kekayaannya mencapai ratusan miliar dolar. Ia masih tinggal di rumah yang sama yang dibelinya pada tahun 1958, menolak kemewahan yang sering kali melekat pada para miliarder. Ia juga masih memilih sarapan di restoran cepat saji dan tidak menggunakan mobil mewah. Sifat hemat dan konsisten ini menjadi bagian dari filosofi hidupnya yang dikenal luas: berinvestasi jangka panjang dan tidak tergoda tren sesaat.

Salah satu hal menarik dari Warren Buffet adalah kedekatannya dengan sesama miliarder, Bill Gates. Keduanya menjalin persahabatan erat dan mendirikan The Giving Pledge, sebuah inisiatif yang mengajak para miliarder dunia untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk kegiatan filantropi. Buffet sendiri berkomitmen menyumbangkan lebih dari 99% kekayaannya untuk amal.

1. Warren Buffett Mulai Investasi di Usia Sangat Muda

Warren Buffett tidak menunggu dewasa untuk memulai karier investasinya. Ia membeli saham pertamanya pada usia 11 tahun. Saat anak-anak lain sibuk bermain, Buffett justru menghitung keuntungan dari tiga lembar saham Cities Service yang ia beli seharga $38 per lembar. Ketika saham itu turun menjadi $27, ia bersabar dan menjualnya saat naik ke $40. Meskipun mendapat sedikit untung, ia menyadari bahwa jika ia menunggu lebih lama, keuntungan yang didapat jauh lebih besar. Dari situ, Buffett belajar tentang kesabaran dalam berinvestasi.

2. Ia Menjadi Pengusaha Sejak Remaja

Buffett tidak hanya jago investasi, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha sejak remaja. Ia menjual permen karet, majalah, dan Coca-Cola dari pintu ke pintu. Ia bahkan memiliki mesin pinball yang ia tempatkan di salon-salon di Omaha. Ketika bisnis kecil ini menguntungkan, ia menjualnya seharga $1.200—jumlah yang sangat besar untuk seorang anak usia belasan tahun. Usaha kecil tersebut menjadi fondasi kekayaan awalnya.

3. Warren Buffett Menolak Gaya Hidup Mewah

Meskipun hartanya melebihi $100 miliar, Warren Buffett memilih hidup sederhana. Ia masih tinggal di rumah yang sama yang ia beli pada tahun 1958 seharga $31.500. Ia juga tidak mengemudi mobil mewah atau berbelanja barang-barang bermerek. Sarapannya masih di McDonald’s dan minumannya hampir selalu Coca-Cola. Baginya, kekayaan bukan alasan untuk mengubah gaya hidup. Kesederhanaannya justru menjadi salah satu daya tarik terbesar yang membuatnya dicintai banyak orang.

4. Ia Membaca 500 Halaman Setiap Hari

Warren Buffett menganggap membaca sebagai aktivitas paling penting dalam hidupnya. Ia menghabiskan 80% waktunya untuk membaca buku, laporan keuangan, dan surat kabar. Ia percaya bahwa pengetahuan tumbuh seperti bunga majemuk: makin banyak dibaca, makin cepat pemahaman berkembang. Bahkan, ia pernah berkata bahwa siapa pun bisa menjadi investor hebat jika mau duduk dan membaca selama lima hingga enam jam sehari.

5. Buffett Tidak Tertarik Pada Teknologi

Meskipun memiliki sebagian saham Apple Inc. di portofolionya, Buffett sebenarnya tidak tertarik pada teknologi. Ia bahkan sempat tidak memiliki komputer di kantornya selama bertahun-tahun. Alasannya sederhana: ia hanya berinvestasi pada bisnis yang ia pahami. Itu sebabnya ia lebih nyaman membeli saham perusahaan konsumen seperti Coca-Cola, Gillette, dan Kraft Heinz dibanding perusahaan teknologi seperti Amazon atau Tesla.

6. Ia Sahabat Dekat Bill Gates

Warren Buffett bersahabat sangat dekat dengan Bill Gates. Keduanya pertama kali bertemu pada tahun 1991, dan sejak itu menjalin hubungan yang kuat, baik secara pribadi maupun profesional. Mereka bersama-sama mendirikan The Giving Pledge, sebuah inisiatif yang mengajak para miliarder di dunia untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaan mereka untuk kegiatan amal. Hingga kini, ratusan orang kaya dunia telah bergabung dengan janji tersebut.

7. Buffett Menyumbangkan Hampir Seluruh Kekayaannya

Warren Buffett mungkin salah satu orang terkaya di dunia, tetapi ia juga dikenal sebagai filantropis sejati. Ia berjanji akan menyumbangkan lebih dari 99% kekayaannya untuk kegiatan amal, sebagian besar melalui Bill & Melinda Gates Foundation. Hingga saat ini, ia telah menyumbangkan puluhan miliar dolar. Filosofi hidupnya sederhana: “Jika kamu masuk dunia dengan kekayaan luar biasa, kamu juga harus meninggalkannya dengan memberi sesuatu kembali.”

8. Ia Hanya Mengandalkan Tim Kecil

Sebagai CEO dari Berkshire Hathaway, perusahaan investasi raksasa, Buffett hanya memimpin tim kecil. Bahkan, kantornya di Omaha hanya memiliki sekitar 25 orang staf. Ia percaya bahwa efisiensi dan kepercayaan lebih penting daripada jumlah karyawan. Pendekatannya yang minimalis dalam manajemen terbukti sangat efektif, karena Berkshire Hathaway kini memiliki lebih dari 60 anak perusahaan dan aset triliunan dolar.

9. Ia Tidak Pernah Membagi Saham Berkshire Hathaway

Salah satu keputusan unik Buffett sebagai investor adalah tidak pernah membagi (split) saham perusahaannya. Harga satu lembar saham Berkshire Hathaway kelas A kini mencapai lebih dari $500.000. Ia sengaja melakukan ini agar pemegang sahamnya adalah orang-orang yang benar-benar memahami investasi jangka panjang. Ia ingin menghindari spekulan yang hanya mengejar keuntungan cepat.

10. Buffett Menghindari Hutang Konsumtif

Dalam berbagai kesempatan, Buffett selalu memperingatkan publik untuk tidak terjerat hutang konsumtif. Ia menyarankan siapa pun untuk menahan keinginan membeli barang yang tidak bisa dibayar tunai. Ia sendiri menghindari penggunaan kartu kredit dan hidup jauh dari utang. Pesannya jelas: utang bisa menguras kekayaan lebih cepat daripada cara apa pun.

11. Ia Masih Mengetik Dengan Mesin Ketik

Warren Buffett bukan penggemar perubahan teknologi. Sampai beberapa tahun lalu, ia masih menggunakan mesin ketik untuk menulis surat atau dokumen penting. Ia juga tidak memiliki akun media sosial seperti Instagram atau Twitter. Namun, justru karena sikap “old school”-nya, ia dianggap unik di dunia modern yang serba digital.

12. Ia Tidak Panik Saat Pasar Anjlok

Selama krisis keuangan global, banyak investor besar menjual saham mereka dalam kepanikan. Namun, Buffett justru membeli lebih banyak saham. Ia melihat krisis sebagai peluang untuk membeli perusahaan bagus dengan harga murah. Filosofinya sederhana: “Takutlah saat orang lain serakah, dan serakahlah saat orang lain takut.” Pandangan kontrarian ini terbukti membuat portofolionya semakin kokoh.

13. Ia Belajar dari Kesalahan

Buffett tidak pernah menyangkal bahwa ia pernah membuat kesalahan investasi. Salah satu penyesalan terbesarnya adalah tidak membeli saham Amazon sejak awal. Ia juga pernah berinvestasi di perusahaan tekstil yang akhirnya bangkrut. Namun, ia selalu mengakui kesalahannya secara terbuka dan mengambil pelajaran dari kegagalan itu. Ini menunjukkan bahwa bahkan investor legendaris pun terus belajar dan berkembang.

14. Ia Tetap Menulis Surat Tahunan Sendiri

Setiap tahun, Warren Buffett menulis surat kepada para pemegang saham Berkshire Hathaway. Surat ini bukan hanya laporan keuangan biasa, tetapi berisi refleksi pribadi, pelajaran investasi, dan humor khas Buffett. Banyak investor pemula hingga profesional menantikan surat ini karena isinya sarat wawasan dan motivasi.

15. Filosofinya Sangat Sederhana

Buffett percaya bahwa investasi tidak harus rumit. Ia tidak bergantung pada rumus atau teori rumit. Ia hanya membeli saham dari perusahaan yang ia pahami, dengan manajemen yang baik, dan prospek jangka panjang cerah. Prinsip ini ia pegang teguh selama lebih dari 60 tahun, dan hasilnya telah mencetak rekor dunia.


Kesimpulan: Pribadi yang Kaya Bukan Hanya Uang, Tapi Juga Nilai

Warren Buffett bukan hanya kaya secara materi, tetapi juga kaya akan prinsip hidup, etika, dan pelajaran yang bisa diterapkan siapa saja. Ia menunjukkan bahwa kekayaan sejati datang dari kedisiplinan, integritas, kesabaran, dan keinginan untuk memberi. Ia adalah contoh bahwa dalam dunia yang serba cepat dan serakah, seseorang bisa tetap rendah hati dan bijaksana.

Dari gaya hidup hemat, kecintaan pada membaca, hingga kemurahan hatinya dalam berbagi, Warren Buffett membuktikan bahwa menjadi kaya tidak harus glamor. Menjadi sukses tidak harus rumit. Ia adalah sosok yang menginspirasi dunia bukan hanya karena hartanya, tetapi karena hatinya.

Buffett Tidak Tertarik Pada TeknologiFakta Menarik Tentang Warren BuffettIa Sahabat Dekat Bill GatesMembaca 500 Halaman Setiap HariWarren Buffett Mulai Investasi